mencari dan memberi yang terbaik

Pengalaman liburan kemarin

Berawal saat perjalanan mudik lagi-lagi macet, macet, dan macet total. Perjalanan yang biasa ditempuh selama 12 jam , kemarin sampai 19 jam. Pegalnyaaa…… tak terkira pokoknya. Punggung tuh rasanya nggak karuan deh. Begitu sampai rumah, rasanya legaaaa….. banget. Langsung mandi dan tidur sepuasnya dan nggak ada yang berani ganggu aku , hehehe…… Senangnya di rumah.

Kegiatan selama di rumah ya begitu lah. Banyak keponakan yang main , jadi rame deh. Repot dan capek sih pasti , tapi rasa senangnya nggak ketulungan. Selama di rumah selain kewajiban utama bantuin ibu beresin pekerjaan rumah , aku juga hobi banget bikin kue. Jadi ya kalau lagi nganggur dan nggak tau mau ngapain ya sudah bikin kue saja , sekalian nyicil buat lebaran juga. Aku sama ibu setiap tahun memang rutin bikin kue sendiri. Soalnya lebih puas kalau bikin sendiri dibandingkan beli di toko. Pasti lebih bangga deh kalau lagi nyuguhin tamu. Ya meskipun lebih repot dan ribet banget dengan berbagai macam bentuk dan jenis yang dibuat  tapi karena sudah kebiasaan jadi senang-senang saja. Kalau sudah sore baru deh masak dan menyiapkan segala sesuatunya buat buka puasa. Saat-saat menjelang lebaran. Mulai belanja dan cari-cari baju lebaran buat keluarga. Selain itu tak lupa menyiapkan segala keperluan selama lebaran supaya nanti waktu hari H-nya nggak keteteran cari-cari lagi.

Tiba waktunya merayakan hari raya Idul Fitri. Pagi aku bersama ayah, ibu, dan kakakku melaksanakan shalat Id di alun-alun Jepara. Ternyata sudah penuh orang disana. Setelah shalat Id seperti biasa saya dan keluarga sungkeman di rumah. Awalnya sih saya dan kakak masih bercanda tapi begitu giliran sungkem , haduuhh…… air mata tak tebendung lagi. Jadi malu.

Untuk hari pertama lebaran saya dan keluarga pergi ke rumah nenek dari ibu dan nenek dari bapak yang di luar kota. Hari kedua dan ketiga pun demikian. Hari keempat giliran halal bihalal bersama teman-teman deh. Kangen-kangenan sama mereka. Saling mengunjungi rumah satu sama lain. Dan tak lupa mengunjungi rumah guru juga. Seharian bareng teman-teman rasanya cepat. Tak terasa sudah sore. Hari kelima, menyedihkan. Masih berkunjung ke rumah saudara-saudara tapi sudah mulai persiapan balik bogor nih. hiks hiks hiks…….

Perjalanan balik bogor , haduh macet 24 jam pegel banget. Begitu sampai Bogor Alhamdulillah istirahat dengan tenang di kostan.

September 19th, 2011 at 9:10 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku

Usiaku kini telah berubah
Aku bukan lagi gadis kecil
Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini
Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini menjadi lokomotif kemajuan
Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan dengan nasihatmu kala malam telah
larut dan gerbang mimpi siap menghampiriku

Kala yang lain terlelap
Kutahu kau tak pernah terlena
Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja dan bekerja untuk masa depanku
Kau selalu berpacu dengan waktu
Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadi aku terlindas oleh jaman yang semakin tak
keras

Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku
Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air
Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan
Kaulah bintang berkilauku
Yang tak akan pernah terlupakan oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban
manusia

Andai aku bisa, bunda…
Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu, bunda…
Kan kupersembahkan seterang kilauanmu, sehangat dekapanmu, setulus kasihmu, dan
sebijak nasihatmu

Kutahu, bunda…
Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku dalam setiap do’a yang kau panjatkan
Kutahu bunda…
Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta yang keluar dari lisanmu
Kutahu bunda…
Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku

Ya Allah….
Kutengadahkan tanganku berharap kau membahagiakannya sepertiku kini
Ya Rabbi…,
Kumemohon berilah bunda mimpi yang selalu indah
Ya Rabbul Izzati…,
Kuberharap padaMu anugerahkan bunda kecupan hangat
Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari
Ya Illahi…,
Sejahterakanlah bunda

Juli 21st, 2010 at 3:22 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

kecil mungil berwarna

warna-warni terangi alam

sentuhan karya indah jika tergambar

mata hati melihat kau sangat istimewa

terbang melayang, menari, hinggap d bunga

Juli 21st, 2010 at 3:01 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink